Sukses besar untuk Avatar. Terobosan Teknologi Digital Membuat Film Ini Tampak Sangat Nyata [Republika - 020110]. Yaa... James Cameron memerlukan belasan tahun untuk merealisasikan Avatar yang kini sedang digandrungi dan asyik diperbincangkan oleh masyarakat dunia dan termasuk Indonesia, alasan James Cameron ialah karena ia butuh kemampuan yang mampu memvisualisasikan fantasinya tentang planet Pandora dan bangsa Na'vi. Dan bisa saja ia menggantinya dan menggunakan ilusi make up untuk mewujudkan fantasi itu, tapi menurutnya itu justru membatasi penampilan aktor.
Satu metode yang disebut performance capture-lah yang menjadi media untuk mewujudkan fantasinya. Dengan bantuan metode ini setiap pergerakannya begitu halus mengikuti apa yang dilakukan oleh aktor. Selain itu, James Cameron bisa mengeksplorasi semua detail tentang makhluk biru ini dengan tinggi 10 kaki termasuk tekstur kulitnya.
Bersama timnya, James Cameron membuat sistem yang mampu menangkap emosi dari wajah aktor dan sistem itu disebut image-based facial performance capture. Para aktor dan aktris yang menjadi bangsa Na'vi harus memakai semacam kamera kecil di depannya. Kamera tersebut tepat menyorot muka para aktor dan aktris. Sehingga, sampai detail terkecil dari ekspresi wajah akan ditangkap olehnya.



